Oil & Gas

Pertamina EP Lakukan Pengeboran 7 Sumur Pengembangan di Tahun 2020

PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina berencana mengawali awal tahun 2020 dengan pengeboran sumur baru. Dari hasil eksplorasi Pertamina EP sejak 2019, ada 5 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi.
“Ada 7 sumur saat awal 2020. Asset 1 Rantau 1 sumur, Asset 3 Jatibarang dan Subang, Asset 5 Bunyu dan Sangasanga. Dan 2 sumur eksplorasi. “Target Pemboran development di Pertamina EP tahun 2019 mencapai sekitar 100 sumur dengan proyeksi realisasi hingga akhir tahun mencapai 96 sumur,” jelas Direktur Operasi & Produksi PT Pertamina EP Chalid Said Salim dalam keterangannya, Minggu (29/9/2019). Chalid menjelaskan, tren peningkatan produksi Pertamina EP ditunjukkan dengan data produksi minyak per Agustus 2019 mencapai 82.327 BOPD. Itu lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi Agustus 2018 sebesar 77.248 BOPD. Dan realisasi gas 966 MSCFD per Agustus 2019 lebih rendah dibandingkan dengan realisasi Agustus 2018 sebesar 1.021 MMSCFD. Sedangkan untuk laba bersih per Agustus sudah mencapai USD 440 Juta.

“Untuk realisasi produksi gas memang lebih rendah dari target, dikarenakan ada lapangan gas di Sumatera Selatan yang perlu dijaga reservoir nya agar sustain dan bisa menambah waktu produksinya. Penurunannya antara 20 hingga 30 MMSCFD. Maka dari itu kami optimalkan produksi gas dari lapangan lainnya,” jelas Chalid. Prinsipnya, jelas dia, produksi gas tergantung dari buyer. “Kalau buyer menurunkan permintaan maka serapan produksi gas kami juga menurun. Tapi kami tetap optimis pencapaian produksi gas tahun ini bisa mencapai 100 persen,” ujarnya. Sementara Agus Amperianto, Asset 4 General Manager menyampaikan bahwa Asset 4 siap untuk menjadi bagian dari strategi Growth & Sustain, terutama dari sisi mempertahankan produksi.

“Produksi Sukowati Field saat ini mencapai 9.300 BOPD, meningkat hampir 3.000 BOPD sejak kami ambil alih 2018 yang lalu, dimana produksi di kisaran 6.700 BOPD. Proyeksi kami sampai akhir tahun bisa mencapai 10.000”, ujar Agus. Tentunya untuk mencapai produksi 10.000 BOPd tersebut ada beberapa inovasi yang kami lakukan. Utamanya dengan memperhatikan 4 poin prinsip, yaitu :

1. Production Optimalization
2. Cost Efectiveness
3. Profit Driven
4. Value Creation

“Dengan inovasi pada sistem evaluasi memakai data Pressure, Pigging, Field & laboratory test kebutuhan Chemical PPD hanya sedikit, yaitu dengan dosis 50 PPM, sehingga Pertamina EP Field Sukowati bisa melakukan penghematan. Total nilai penghematan sekitar 8 miliar rupiah setiap tahun,” jelas Agus. Dan harapannya, semua upaya bisa menghasilakn produksi yang dicita-citakan. “Harapan kami, semua upaya yang kami lakukan dan dukungan dari semua pihak termasuk media, bisa menghasilkan produksi seperti yang dicita-citakan”, pungkas Agus.

 

 

Source : www.news.detik.com